Praktek lainnya
dibawah Dr Susan Lim

Pusat

Screening dan Bedah Payudara
Bedah Kanker
Bedah
Laparoskopik Lanjutan
Bedah Robotik
Pengendalian Berat Badan
Bedah Lifestlye
Teknologi
Sel Induk






Kanker merupakan penyakit yang melemahkan tubuh, biasanya berakibat fatal, jika dibiarkan tidak diketahui atau tidak dirawat. Namun dengan deteksi dan perawatan dini, kebanyakan kanker dapat disembuhkan.

Di Pusat Bedah Kanker, pasien dapat memperoleh berbagai macam layanan imaging/gambar dan laboratorium, termasuk ultrasound 3D, scan CT, MRI dan PET, dan juga penilaian hematologis, biokimia, sitogenetik (cytogenetic) dan pertanda tumor untuk screening kanker.

Dengan berlokasi di rumah sakit Mount Elizabeth dan Gleneagles, tim ahli kami yang berdedikasi di kedua rumah sakit ini akan menjamin bahwa pasien menerima kualitas penanganan terbaik dan teknologi dunia termutakhir dalam perawatan radiasi dan kemoterapi.
  • Pengolahan film sinar X otomatis
  • Perencanaan 3D untuk perawatan kanker seksama dalam jumlah yang kecil
  • Intensity Modulated Radiotherapy (IMRC)
  • Linear Accelerator (LINAC) dengan radioterapi yang dikendalikan komputer
  • Radioterapi sumber tertutup dosis tinggi mammosite
  • Micro-multileaf collimator (MMLC)
  • Positron Emission Tomography (PET)




Kemajuan di bidang teknonogi CT telah menghasilkan scanner multidetektor 64-potong yang memungkinkan peningkatan ketajaman, diagnosa yang lebih detil dan jelas. Hal ini meningkatkan keyakinan diagnosa dan memperluas spektrum aplikasi klinis. Sebagai hasilnya, deteksi kanker dini menjadi sesuatu yang dapat dilakukan.

Scanning seluruh tubuh (Full body scanning) merupakan prosedur yang tanpa sayatan (non-invasive), tidak menyakitkan dengan menggunakan dosis sinar X yang kecil untuk mengamati tubuh dari otak sampai pelvis (tulang pinggul) akan adanya berbagai macam penyakit pada organ-organ utama. Scanning seluruh tubuh dapat mendeteksi penyakit di jantung, paru-paru, tulang dan otot (musculoskeletal), kelenjar endokrin, prostat, indung telur, dan juga tumor, pembengkakan pembuluh darah (aneurysm), osteoporosis, hernia, ginjal dan batu empedu. Scanning seluruh tubuh dilakukan dengan scanner multidetektor CT (computed tomography). Pemeriksaan ini menghasilkan baik gambar dua dimensi (2D) maupun tiga dimensi (3D) semua jenis jaringan, yang memungkinkan lebih tepatnya deteksi terhadap berbagai jenis kanker dan penyakit lainnya sebelum timbulnya gejala.
  • Diatas usia 35 tahun, terutama mereka yang beresiko tinggi terhadap beberapa penyakit.
  • Perokok atau mantan perokok.
  • Scanning seluruh tubuh tidak dapat digantikan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter keluarga, namun hendaknya digunakan sebagai pelengkap perawatan medis.
Kolonoskopi virtual (Virtual colonoscopy) tidak mencakup pemberian obat penenang, waktu pemulihan ataupun resep dari dokter Anda. Dilakukan dengan menggunakan scanner multidetektor CT (computed tomography) yang dapat mengambil sebanyak 600 gambar dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) usus besar dalam waktu 30 detik. Perpaduan gambar 2D dan 3D meningkatkan kemampuan ahli radiologi untuk mendeteksi dan menganalisa bagian yang memprihatinkan. Gambar 3D memungkinkan ahli radiologi mereka-ulang (merekonstruksi) usus besar dan melakukan “fly-through” di keseluruhan panjangnya, melakukan simulasi terhadap gambaran kolonoskopi konvensional.
  • Berusia 50 tahun keatas DAN memiliki satu atau lebih gejala sebagai berikut: Sejarah polip adenomatous;
  • Bukti sigmoidoscopic terkini dari satu polip atau lebih;
  • Hasil positif pada uji darah fecal occult; atau
  • Sejarah kanker kolorektal (usus besar & poros usus) pada salah satu anggota keluarga di tingkat pertama atau lebih.

SUSAN LIM SURGERY     COPYRIGHT 2003     ALL RIGHTS RESERVED     |     DISCLAIMER